"Kenapa pihak oposisi sangat keras pada TGUPP, karena TGUPP efektif bekerja membuat program-program gubernur berhasil," kata Anies di Terowongan Kendal Jakarta, Selasa (10/12).
Lihat juga:DPRD DKI Sunat Anggota TGUPP Jadi 50 Orang |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oposisi selalu mengarahkan untuk lihat sendiri kan, kritik-kritiknya, kemudian pantauannya, itu hal-hal yang membuat kinerja Pemprov berhasil, di situlah yang paling banyak dikritik. Dan TGUPP justru memainkan peran yang sangat instrumental," ungkap Anies.
Anies hanya beranggapan bahwa semakin dikritik, maka kinerja TGUPP semakin terasa bagi masyarakat. "Karena itu buat saya makin saya, makin banyak dikritik terkait TGUPP, berarti kinerjanya TGUPP-nya itu makin dirasakan," ungkap dia.
Di sisi lain, Anies tak terlalu mengomentari banyak soal salah satu anggota TGUPP atas nama Achmad Hariyadi yang merangkap jabatan sebagai dewan pengawas rumah sakit umum daerah. Anies menegaskan hanya akan mengecek aturan terlebih dahulu.
"Nanti kita lihat aturan aja, kita lihat aturan. Nanti kita lihat secara aturan," tutup dia.
Anggaran dipotong karena dianggap transparansi dan kinerja TGUPP yang tak bisa dievaluasi. Tahun depan sedianya DKI menganggarkan anggaran untuk TGUPP sebesar Rp19,8 miliar dan akan dipotong sesuai dengan jumlah TGUPP yang disepakati. (ctr/wis)