"Enggak masalah ditiadakan, tapi harus dikaji Dikbud. Karena penting kan itu jadi alat ukur sehingga kelihatan kemampuannya," ujar Ma'ruf di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (11/12).
Nadiem sebelumnya menyatakan akan mengganti UN dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter mulai 2021. Menurut Ma'ruf perlu uji coba terlebih dulu terhadap rencana tersebut agar ada tolok ukur yang jelas bagi kelulusan siswa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum MUI nonaktif itu sendiri mengaku belum tahu lebih lanjut terkait rencana penerapan asesmen kompetensi sebagai pengganti UN.
Pelajar mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMKN 1 Jakarta, Senin (25/3). (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Nadiem mengungkapkan beberapa pertimbangan untuk mengganti sistem Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Hal yang paling utama, sambung Nadiem, karena ujian nasional selama ini dinilai banyak bermasalah.
Mendikbud Nadiem Makarim mengumumkan ujian nasional akan dihapus pada 2021 mendatang. Dia menyebut UN yang selama ini menjadi salah satu standar kelulusan siswa akan dilaksanakan terakhir kali pada 2020.
Nadiem menyampaikan itu dalam rapat koordinasi bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (11/12).
"Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter," kata Nadiem.
[Gambas:Video CNN] (psp/pmg)
