"Kami berkumpul di Graha Sabha tidak hanya mengantar seorang Gibran mendaftarkan ke DPD PDIP Jateng, tetapi karena kami disatukan oleh cita-cita yang sama agar Solo melompat lebih maju," kata Gibran di sela acara pemberangkatan rombongan relawan pendukung di Graha Sabha Solo, Kamis (12/12) seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin Solo melompat lebih maju. Kami tidak lagi berbicara masalah perubahan, tetapi bicara masalah lompatan, bercepatan. Solo melompat agar masyarakat lebih sejahtera," ucap Gibran.
"Saya mohon doa restu dan dukungan agar saya diberikan kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan pendaftaran sebagai bakal calon wali kota melalui DPD PDIP Jateng," ujar pria kelahiran 1987 tersebut.
Sebelum berangkat untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon Pilkada Solo 2020 tersebut, Gibran pun sudah sungkem memohon doa restu kepada neneknya atau ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomiharjo. Sungkem itu dilakukan pada Rabu (11/12) malam. Baru, sesaat berangkat ke DPD PDIP di Semarang, Gibran meminta doa restu kepada ibunya, Iriana.
"Kami juga Salat Tahajud untuk putranya itu. Gibran juga sudah minta doa restu semoga semuanya bisa lancar," ujar Iriana.
Istri Gibran, Selvi Ananda, mengatakan tidak ikut mengantar mendaftarkan ke Semarang, karena putri kedua mereka yang lahir pada 15 November lalu belum bisa ditinggalkan.
"Saya doa yang terbaik untuk mas Gibran. Saya bersama ibu Iriana di rumah tidak bisa ikut mengantarkan ke Semarang," kata Selvi sesaat melepas Gibran daftar Pilkada Solo 2020.
Lihat juga:Ujian Gibran di Bayang-bayang Jokowi |