Meski enggan merinci lokasi, Helmy mengatakan Eko berada dalam pengawasan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok dan Banser Kota Depok. Eko dijaga sejak kasusnya viral di media sosial dua hari lalu.
"Sementara ini masih dalam penjagaan. Kita khawatir ada pihak-pihak yang mungkin dari kelompok yang sebelahnya itu yang ingin berbuat sesuatu yang tidak menyenangkan," kata Helmy saat ditemui di Kantor PBNU, Jakarta, Kamis (12/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Helmy sempat mengapresiasi kinerja kepolisian saat mendengar kabar pelaku telah ditangkap. Dia mendukung kepolisian menuntaskan kasus ini karnea sudah masuk ke ranah persekusi.
"Kita memohon aparat kepolisian karena ini sudah persekusi. Tanya KTP sambil menghardik begitu untuk alasan apa? Apalagi dia rasis dengan mengatakan dari satu masyarakat tertentu," ucap Helmy.
Akun Twitter @nahdlatululama mengunggah video yang menayangkan intimidasi dimaksud. Seorang pria mencegat dan memaksa keduanya untuk mengucap takbir.
"Lo takbir dulu sama gua, ya bareng ya. Takbir! Takbir! Takbir! Allahu akbar! Lu Islam bukan?" kata pria tersebut dalam video yang diunggah Selasa (10/12).
Meski begitu, dua anggota Banser menolak meladeni sang pria dengan alasan untuk menunjukkan identitas Islam cukup dengan mengucap dua kalimat syahadat. Pria yang tidak terima jawaban anggota Banser itu langsung mencaci maki.
"Syahadat itu kalau buat yang dari bukan Islam. Lu enggak usah ngajarin gue lu, lu enggak bisa pulang lu, enak aja. Apa lu? Apa lu? Gue cegat lu di sana jawara semua. Anjing lu!" ucap pria itu. (dhf/osc)