Mejelis Hakim pun memangkas putusannya dari yang sebelumnya 3 tahun 9 bulan menjadi 3 tahun penjara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putusan ini berbeda dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang memvonis Samsu 3 tahun 9 bulan penjara pada tahun 2017. Samsu dinilai terbukti menyuap Akil sebesar Rp1 miliar terkait sengketa pilkada Kabupaten Buton.
Atas putusan tersebut, Samsu mengajukan PK ke MA pada April lalu. Saat itu ia tak mencantumkan novum atau bukti baru, melainkan kekeliruan hakim.
Dalam permohonan PK, Samsu menyatakan kesalahan penerapan pasal yang harusnya Pasal 13 UU Tipikor namun yang dikenakan Pasal 6 ayat 1 (a) UU Tipikor. Pasal 13 menjelaskan tentang pemberian hadiah atau janji sementara Pasal 6 mengatur tentang pidana suap.
Perkara ini bermula ketika KPU Kabupaten Buton menetapkan pasangan nomor urut tiga Agus Feisal dan Yaudu Salam sebagai bupati dan wakil bupati Buton pada 2011.
Pengurangan hukuman Samsu menambah daftar potongan hukuman MA kepada sejumlah narapidana kasus korupsi. Salah satunya mantan Menteri Sosial Idrus Marham yang semula 5 tahun menjadi 2 tahun penjara dalam kasus suap PLTU Riau-1.
(psp/arh)