Ulama bernama lengkap Maulana al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya ini merupakan tokoh ulama penting di Indonesia. Ia merupakan anggota Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di Jawa Tengah, Habib Luthfi merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 2005-2010.
Sebagai seorang ulama, nama Habib Luthfi juga lebih dikenal lantaran merupakan pengasuh atau Ra'is 'Am Jami'iyyah Ahlu Thariqah al Mu'tabarah an Nahdiyah (Jatman). Lewat jamaiyahnya itu, Habib Luthfi dikenal sebagai tokoh ulama yang mengajarkan model keislaman yang moderat dan toleran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Habib Luthfi, bela negara dan mencintai tanah air memiliki arti luas. Ia bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari lewat pendidikan, ekonomi, atau pertanian.
Namanya kembali mencuat pada April 2019 lalu saat terpilih secara aklamasi sebagai pemimpin Forum Sufi Dunia pada Pengukuhan Forum Sufi Dunia di Hotel Santika, Pekalongan, Jawa tengah.
Oleh mantan Menteri Pertahanan (Menhan) kala itu, Ryamizard Ryacudu, Habib Luthfi mendapat julukan sebagai Habib NKRI. Menurut Menhan, Habib Luthfi memegang peranan kunci dalam perkemmbangan tarekat di Indonesia.
Habib Luthfi lahir di Pekalongan, 10 November 1946. Ia lahir dari keluarga Habib. Pendidikan agama Habib Luthfi mula-mula didapatnya dari sang ayah, Habib Hafidz Ali al-Ghalib. Lalu singgah ke beberapa pesantren di sekitar Jawa Tengah, Indramayu, dan Cirebon. Acara pengajiannya dan organisasinya banyak dihadiri para tokoh dan pejabat
Pada Oktober 2019 lalu, The Royal Islamic Strategic Studies Centre, Jordania, menobatkan Habib Luthfi sebagai 50 tokoh Islam paling berpengaruh di dunia. Ia masuk bersama dua nama lain dari Indonesia yakni, Said Aqil Siradj, Presiden Joko Widodo. (thr/ain)