Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh menyebut pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk memulai pelayanan rumah sakit tanpa dipersulit urusan administrasi kependudukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur Gorontalo ini menyampaikan sudah ada sekitar 50 rumah sakit yang menggunakan fasilitas ini. Sebagian besar pengguna adalah rumah sakit di bawah Kemenkes, seperti RSCM di Jakarta, RSUD Sutomo Surabaya, RS Ali Sabu di Gorontalo, dan RS Zainal Baidin di Aceh.
"Yang sudah saya tanda tangan sekitar lima puluhan, lebih. Kemkes itu 33, grup Mitra Keluarga enam belas, yang satu-satu sekitar lima [RS]," ucap Zudan.
Zudan berkata dengan sistem integrated hospital ini, pasien dimudahkan dalam urusan administrasi. Selain itu, rekam medis mereka akan tersimpan dan bisa diakses kapanpun meski berpindah rumah sakit. Selain itu, pemerintah bisa mendapat basis data kesehatan masyarakat.
"Sehingga pemerintah tahu ternyata sakitnya di daerah-daerah berbeda-beda. Maka akan ada pusat data pasien nasional, data penyakit nasional. Ini bisa digunakan untuk rencana pembangunan nasional," tuturnya.