Setidaknya ada lima nama yang digadang-gadang untuk maju dalam pemilihan. Yakni, plt Ketum Suharso Monoarfa, Sekjen Arsul Sani, Ahmad Muqowam, Ketua Fraksi DPR RI Amir Uskara, serta anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Mardiono.
"Adapun nama-nama yang muncul berdasarkan aspirasi dari sejumlah teman-teman DPW, tetapi apakah nanti benar-benar mencalonkan, ya kita tidak tahu," kata Awiek di Hotel Grand Sahid, Minggu (15/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disampaikan Awiek, ada sejumlah syarat yang mesti dipenuhi untuk menjadi caketum. Hal itu, lanjutnya, sesuai dengan AD/ART dari partai berlambang kabah tersebut.
"Pertama sesuai AD/ART bahwa yang mutlak itu beliau pernah menjadi pengurus DPP satu periode, atau menjadi pengurus DPW satu periode, jadi jenjang kaderisasinya jelas," ujarnya.
"Ada yang melalui pemilihan, ada yang melalui formatur, ada yang aklamasi, tergantung dinamika peserta muktamar," tuturnya.
Sebelumnya, Mukernas V PPP memutuskan penyelenggaran Muktamar untuk memilih ketua umum baru akan dipercepat usai gelaran Pilkada 2020.
"Mukernas V memerintahkan DPP untuk menyelenggarakan Muktamar IX PPP dipercepat pelaksanaannya setelah pelaksanaan Pilkada 2020," kata Awiek.
Awiek menuturkan jika sesuai jadwal, seharusnya Muktamar baru digelar pada 2021 mendatang. Namun, diputuskan dipercepat meski setelah pelaksanaan Pilkada 2020.
Disampaikan Awiek, alasan Muktamar digelar pasca gelaran pilkada serentak agar tak menganggu proses konsolidasi organisasi, khususnya di tingkat daerah dan provinsi yang menggelar pilkada.
[Gambas:Video CNN] (age)