Anies Copot Lurah Jelambar yang Gelar Tes Honorer Masuk Got

CNN Indonesia | Senin, 16/12/2019 13:34 WIB
Anies Copot Lurah Jelambar yang Gelar Tes Honorer Masuk Got Gubernur DKI Anies Baswedan membebastugaskan lurah yang gelar tes perpanjangan honorer dengan cara masuk got. (CNN Indonesia/ Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah membebastugaskan Lurah Jelambar dan semua pihak yang terlibat dalam tes pegawai honorer kategori 2 (K2) dengan masuk ke dalam selokan di Jelambar, Jakarta Barat.

Anies menjelaskan peristiwa tes pegawai honorer K2 masuk ke got itu terjadi pada pekan lalu. Ia mengaku langsung menginstruksikan Inspektorat Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan.

Ketika itu, kata Anies, pihaknya langsung menonaktifkan lurah dan pejabat yang terlibat dalam tes tersebut.


"Hasil pemeriksaan sudah selesai dan mereka terbukti. Karena itu mereka akan dibebastugaskan. Kalau kemarin nonaktif, sekarang akan dibebastugaskan," kata Anies di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (16/12).

Anies mengatakan proses seleksi hendaknya dilakukan dengan cara yang beradab. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu mengklaim akan memproses siapapun yang melakukan hal serupa di wilayahnya.

Pegawai honorer K2 DKI Jakarta diminta masuk ke dalam got saat perpanjangan kontrak Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP).Pegawai honorer K2 DKI Jakarta diminta masuk ke dalam got saat perpanjangan kontrak Penyedia Jasa Lainnya Perseorangan (PJLP). (dok. Istimewa)
"Kebiasaan-kebiasaan apapun, yang dilakukan dimana pun, walaupun sudah berkali-kali kalau itu tidak menjaga prinsip keberadaban maka tidak boleh dilaksanakan dan akan diberi sanksi," ujarnya.

"Kita begitu ada peristiwa, langsung kita tindak, dan langsung hari itu juga lurah di nonaktifkan," tuturnya.

Namun, Anies tak menjawab apakah tes semacam ini sudah terjadi lama sebelum kasus di Jelambar terungkap. Ia langsung buru-buru meninggalkan wartawan.

"Sudah cukup," ujarnya sembari terus berjalan.

Terpisah, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta sistem perekrutan tenaga honorer di DKI hendaknya dilakukan dengan manusiawi.

Prasetio pun mengaku sudah mengirimkan tim untuk mengecek kebenaran tersebut. Dari laporan yang ia terima, kejadian ini bukan kejadian yang pertama. Karena itu Prasetio meminta agar oknum tersebut ditindak tegas.

"Ini bukan yang pertama ya, udah ada kejadian di tempat lain juga. Copot semuanya dari lurah, sekel (sekretaris kelurahan), kasi-kasi (kepala seksi) yang terlibat di sana," tegas dia.

[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, viral foto yang menunjukkan tes perpanjangan pekerja honorer K2 DKI Jakarta dengan cara masuk got.

Wali Kota Jakarta Barat Rustam Effendi menjelaskan perpanjangan kontrak untuk pegawai honorer itu melalui tiga rangkaian tes. Yakni tes tertulis, tes kesehatan dan tes kebugaran.

Namun, Rustam mengaku seharusnya tes kebugaran tidak dilakukan sampai masuk got. Melainkan dengan tes kemampuan berlari misalnya.

"Tesnya keterlaluan tidak boleh sampai nyemplung ke got. Walaupun tugasnya juga ke got, tapi ya tidak boleh lah masa dicemplungin ke got," ujar Rustam.


(fra/ctr/arh)