Sekretaris Umum DPP FPI Munarman mengatakan dengan pencabutan itu, artinya Anies mengakomodir aspirasi umat beragama untuk menjadikan ibu kota negara sebagai kota yang mencerminkan berkepribadian dalam budaya, berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi.
"Alhamdulillah, tentu kita apresiasi langkah pencabutan tersebut," kata Munarman dalam pesan singkat yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (16/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munarman mengatakan budaya yang dikembangkan dan dipromosikan serta yang harus didukung adalah budaya yang anti maksiat dan anti kemungkaran.
Munarman mengingatkan agar Pemprov jangan sekedar berorientasi Pendapatan Asli Daerah dan ekonomi dalam membangun Ibu Kota. "Tidak ada gunanya PAD tinggi tapi tidak berkah," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Kata Munarman, Anies juga jangan takut terhadap tekanan para pengusaha maksiat berkedok hiburan malam. "Hadapi saja mereka sebagai antek antek setan yang coba menjerumuskan generasi muda Indonesia," katanya.
FPI, kata Munarman, berharap Anies tetap Istiqomah berada di jalan yang di ridhoi Allah.
"Dan semoga tetap dalam barisan kaum nalar akal sehat dalam memimpin Jakarta. Semoga pak Anies dapat terus menerus berkonsultasi dengan para alim ulama dalam mengembangkan kebijakan pemprov DKI Jakarta agar keberkahan turun," katanya.