Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Kehormatan Hanura periode sebelumnya, Chairuddin Ismail. Ia bahkan menyebut bahwa Munas yang digelar OSO cs abal-abal.
"Itu bukan Munas, itu adalah kenduri nasional. (Munas) tidak sah menurut saya," kata Chairuddin dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekalipun kita aklamasi, aklamasi, saya minta temen-temen DPC, DPD memilih apakah dia ikut kepada Partai Hanura abal abal atau kepada Hanura yang asli," ujar dia.
[Gambas:Video CNN]
Meskipun Wiranto menyatakan mundur dari partai besutannya itu, namun Chairuddin tetap meminta kesediaannya untuk ikut menggalang bantuan. Misalnya menggandeng Daryatmo yang sempat berseteru dengan kubu OSO beberapa waktu lalu.
"Nanti setelah terbentuk semua kita adakan munaslub," tambah dia.
"Partai politik yang resmi adalah partai politik yang terdaftar di Menkumham," kata OSO dalam jumpa pers di tempat lain.
OSO menegaskan bahwa pihaknya telah menggelar Munas dengan sah. Lantaran kegiatan tersebut diikuti oleh DPD dan DPC Hanura dari seluruh Indonesia.
"(Munas) Disahkan oleh 34 DPD, ketua-ketuanya semua ada di sini, dan 514 DPC seluruh Indonesia," ucap OSO. (mjo/osc)