Romi mengklaim terpaksa menerima uang itu karena merasa tak enak dengan Ketua Umum PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Asep Saifuddin Halim dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang mendukung Haris.
Hal ini disampaikan Romi saat menjalani sidang pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Ketua Umum PPP itu pun menerima bingkisan yang ternyata berisi uang dari Haris.
"Saya cek dihitung ada sekitar Rp250 juta," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Romi mengaku menerima uang itu karena mengingat sosok Kiai Asep dan Khofifah di belakang Haris. Menurut Romi, keduanya merupakan tokoh besar yang ikut berpengaruh dengan perannya sebagai ketum PPP.
"Dua-duanya tokoh sentral dan saya perlukan untuk parpol," ucap Romi.
"Saya menyesalkan kejadian ini, karena saya dilahirkan dalam tradisi politik mulai dari kakek buyut, ibu saya, adalah anggota DPR. Nama baik saya dihancurkan," tuturnya.
Diketahui dalam perkara ini, Romi didakwa menerima suap terkait jabatan di Kemenag. Romi disebut meminta mantan Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin mengangkat Haris Hasanudin sebagai Kepala Kanwil Kemenag Jatim dan Muafaq sebagai Kepala Kantor Kemenag Gresik. (psp/osc)