"Kalau mobil disita semua seakan-akan bodong, kita akan praperadilankan proses penyitaannya benar atau enggak," ujar pengacara salah satu pemilik mobil mewah bermerek McLaren dan Porsche yang disita Polda Jatim, Aga Khan, saat dikonfirmasi, Kamis (19/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Polda Jawa Timur menyita mobil mewah itu dilakukan di Surabaya dan Malang. Lokasi penindakan itu di jalan raya, pusat perbelanjaan, dan rumah pemilik.
Aga menyatakan penyitaan baru bisa dilakukan jika polisi menemukan ada dugaan pelanggaran, seperti tabrak lari.
Jika memang polisi menemukan kekurangan surat-surat kendaraan alias bodong, ia mengatakan penyitaan harus lebih dulu diawali dengan proses penyelidikan dan penyidikan.
"Penyelidikan kan fungsinya mengamati, mengklarifikasi, wawancara, BAP (Berita Acara Pemeriksaan), dulu. Begitu semestinya polisi," kata dia.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pihaknya siap terhadap semua konsekuensi dari tindakan penyitaan itu, termasuk praperadilan.
"Praperadilan ataupun upaya hukum yang lain kita akan hadapi. Yang bersangkutan akan melaporkan ke Propam, praperadilan, kita siap dong," kata Barung.
(frd/arh)