"Ya itu kan ada persoalan subjektifitas diantara kita dan PKS, kita kan pernah mengatakan bahwa kita akan menyerahkan kepada PKS tetapi juga kan sudah lama kita menyerahkan ini pada PKS, jadi kita akan bicarakan ulang kepada teman-teman PKS," kata Muzani di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/12)
Muzani lantas mengeluhkan bahwa PKS belum mengajukan nama-nama Cawagub itu ke Gerindra untuk dibahas sampai saat ini
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum [ada usulan]. saya nunggu dari PKS, Gerindra menyampaikan nama empat nama ke PKS, kemudian PKS belum mengajukan," kata dia.
"Januari kan katanya mau dipilih [PKS], kita sudah lama serahkan pada PKS, kan setahun lebih proses itu berlangsung," kata dia.
Selain itu, Muzani mengaku akan bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman sore ini. Tak jelas apa yang akan dibahas kedua elite parpol itu dalam kesempatan tersebut.
Muzani pun enggan menyatakan apa topik pembahasan yang kan dilakukan dan dimana tempat lokasi pertemuan tersebut.
"Saya sore nanti akan bertemu Pak Sohibul. Nggak tahu [bahas apa], saya mau ketemu saja," kata dia.
[Gambas:Video CNN]
Belum Ada Kesepakatan
Politikus senior PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan PKS belum memiliki kesepakatan dengan Gerindra untuk menyerahkan kursi Wagub DKI ke Gerindra.
Hidayat mengatakan bahwa usulan Gerindra yang mengusulkan empat nama kandidat Wagub DKI Jakarta sah-sah saja. Akan tetapi, kata dia, sikap dan hak PKS yang sudah memiliki calon wakil gubernur sendiri harus ditimbang dengan matang.
"Bagaimana bentuknya saya kira belum selesai dan kita tunggu saja perkembangan berikutnya. Marena apakah PKS akan menerima empat nama itu, dari empat nama itu mana nanti yang akan disaring atau kemudian PKS juga tetap pada sikap semulanya itu masih dalam proses," kata Hidayat.
Diketahui, PKS sendiri sudah mengajukan dua nama yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu untuk menepati posisi tersebut. Namun hingga kini belum ada keputusan meski DPRD sudah membentuk pansus terkait hal tersebut.
Lebih lanjut, Hidayat mengatakan pihaknya berkukuh agar kadernya yang tetap mengisi posisi tersebut. Sebab, posisi Wagub DKI tersebut diklaim merupakan hak PKS yang yang sudah disepakati antara PKS dan Gerindra.
"Iya pasti, pasti dong karena itu kan hak politik bagi PKS dan itu juga menjadi harapan daripada kader kader PKS," kata dia.