"Saya yakin masyarakat Indonesia tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan kejadian tersebut," tuturnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/12).
Zainut menduga pelaku berniat menyulut emosi umat Islam jelang peringatan Natal. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan pelaku ingin merusak kerukunan antarumat beragama dengan merobek Al Quran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti ingin memancing kemarahan umat Islam atau ingin mengadu domba dengan umat agama lain. Apalagi momentumnya berdekatan dengan perayaan hari Natal," imbuhnya.
"Kami meminta agar Polri selaku institusi penegak hukum untuk bergerak cepat untuk menangkap pelakunya dan mengusut tuntas kasus ini untuk mengetahui motifnya sehingga masyarakat tidak menduga-duga," ucap Zainut.
"Hal itu untuk menghindari terjadinya salah paham di kalangan masyarakat," tambahnya.
Kasus perobekan Alquran terungkap dari sebuah video berdurasi 30 detik yang beredar di media sosial. Video tersebut memperlihatkan seseorang yang tengah mengambil dan membawa sobekan-sobekan Al Quran di jalanan.
Berdasarkan keterangan dari video, sobekan Al-Quran tercecer di Jalan Flamboyan, tepatnya di depan warung bakso Wong Cilik, yang diduga berada di Tasikmalaya.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi menuturkan peristiwa perobekan Al-Quran itu terjadi pada Kamis (19/12) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB. Polda Jabar juga telah menangkap pelaku berinisial E dan barang bukti berupa sobekan Alquran.
"Pelaku (perobekan) sudah ditangkap yah, berinisial E seorang pria yang berumur 33 tahun," kata Rudy di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (19/12).