Firli menyebut masalah teror ke penyidik KPK bukan urusan pihaknya. KPK, kata Firli, hanya mengurusi pemberantasan korupsi.
"Anda tanya kepada Kapolri, itu bukan urusan (pemberantasan) korupsi kita ya," kata Firli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (20/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Firli menyatakan pihaknya sudah ikut membantu mengungkap kasus teror ke penyidik KPK, termasuk dalam kasus penyiraman air keras Novel. Bahkan, kata Firli, penyidik KPK sudah dikirim untuk ikut membantu mengusut kasus Novel.
Diketahui, Jokowi sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis untuk mengungkap kasus Novel dalam hitungan hari.
"Ya tentunya saya menyampaikan bahwa, kalau perintah presiden ya ditaati lah. Masa perintah presiden mau diabaikan," kata Novel di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/12).
[Gambas:Video CNN]
Novel yang menjadi korban penyiraman air keras itu mengatakan menjadi hal buruk jika Polri tak menjalankan perintah Jokowi untuk menyelesaikan kasus tersebut dalam hitungan hari.
Sementara Wakil Ketua KPK 2015-2019 Saut Situmorang meminta kasus penyiraman air keras Novel ini menjadi perhatian pimpinan KPK periode 2019-2023. Ia menyebut penuntasan kasus Novel juga menjadi tanggung jawab pimpinan KPK Jilid V.
Saut mengaku akan menitipkan kepada Firli Bahuri Cs agar tetap mengawal pengusutan kasus air keras Novel yang sudah berjalan lebih dari dua tahun. Novel disiram air keras pada 11 April 2017. (fra/osc)