Komitmen Achmad Purnomo ditunjukkan dengan mengikuti fit and proper test bakal calon kepala daerah yang digelar DPD PDIP Jawa Tengah di Panti Marhaen Semarang hari ini, Sabtu (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gibran sendiri terbilang baru mendaftar sebagai bakal calon Wali Kota Solo. Dia langsung mendaftar di DPD PDIP Jawa Tengah lantaran proses pendaftaran di DPC PDIP Solo telah ditutup.
Di sisi lain, sikap DPP PDIP sampai saat ini masih terbuka terhadap pencalonan Gibran. Namun, DPP PDIP menyatakan keputusan terakhir terkait pencalonan Gibran ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Pasti semua orang mempunyai kemauan dan cita-cita, ya kalau memang cita-citanya [Gibran] itu dianggap bisa memperbaiki Solo ya itu kan hak setiap warga negara," kata Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
[Gambas:Video CNN]
Terkait sikap DPP PDIP Itu, Purnomo mengaku siap menerima apapun keputusan partai. Termasuk jika dirinya tak dipilih oleh DPP untuk maju di Pilkada Solo 2020.
Purnomo menegaskan apa yang diputuskan DPP harus dijalaninya karena sudah keputusan organisatoris partai.
"Kecewa? Kenapa harus kecewa. Kan sudah keputusan Partai, apapun ya diterima. Yang pasti, majunya saya ini kan keinginan DPC PDIP Solo, jadi saya di sini ya karena DPC Solo", ujar Purnomo.
Dari segi popularitas, Purnomo berada di atas Gibran. Setidaknya, itu berdasarkan hasil survei Median yang dilakukan pada 3-9 Desember 2019.
"Hanya ada dua nama popularitas di atas yang lain. Achmad Purnomo 94,5 persen dan kedua Gibran 82,3 persen, sisanya semua di bawah 50 persen," kata Rico dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta, Senin (16/12). (dmr/wis)