Menurut Robikin sikap toleran itu ada pemaparan dan petunjuk dalam ajaran agama. Menurutnya, ajaran agama memberi panduan bagaimana dalam hidup bermasyarakat orang harus sama-sama berlaku baik, lemah lembut, saling pemaaf, menghargai.
"Toleransi sesungguhnya juga bagian inheren dari ajaran agama kita. Islam mengenal konsep tasamuh yang juga sering diterjemahkan sebagai sikap toleransi," jelasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lantas memaparkan kisah turunnya ayat tersebut. Menurutnya, hal ini bermula dari seorang kafir Quraisy menemui Nabi. Mereka menawarkan ide untuk saling bertoleransi kepada Nabi.
[Gambas:Video CNN]
Sehingga menurutnya, umat Islam mesti menghargai apa ibadah umat agama lain dan tidak berbuat keributan. Berpuluh bahkan beratus tahun sebelum Indonesia merdeka, bangsa kita sudah beragam suku, budaya, dan agamanya. Tetapi para leluhur bangsa Indonesia bisa hidup rukun, damai, dan saling welas asih.
Selain itu menurut Robikin, prinsip menghargai perbedaan sudah menjadi tradisi kebersamaan di Indoensia. Sehingga, untuk hidup ditengah masyarakat yang majemuk warga perlu bersikap lemah lembut, berlaku baik, saling menghormati, saling menghargai. Sikap yang mengedepankan pendekatan kemanusiaan semacam ini kemudian yang dikonsepsikan sebagai sikap toleransi. (eks)