Aksi jalan ke Istana ini diinisiasi oleh Aliansi Perempuan Bangkit yang terdiri dari sejumlah aktivis dan organisasi perempuan dan buruh. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, peserta aksi mulai berkumpul pukul 08.30 WIB di Patung Kuda, Jakarta Pusat. Aksi jalan ke Istana Negara lalu dimulai pukul 09.30 WIB disertai dengan sejumlah orasi dan berakhir dengan rangkaian acara di Taman Aspirasi di depan Istana Negara.
"Tema Perempuan Meruwat Negeri berarti Indonesia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Kami meminta dan menuntut pemerintah agar kontribusi perempuan diakui dan posisi perempuan diperkuat," kata salah satu inisiator aksi Valentina Sagala, Jakarta, Minggu (22/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lima tuntutan ini mendesak. Tidak bisa biarkan, harus menjadi prioritas," tutur Valentina.
"Pemerintah saat ini masih jauh dalam upaya untuk perempuan. RUUPKS ditunda dan dimarjinalkan karena RUUPKS pembahasannya ditunda, negata tidak mengakomodir kebutuhan perempuan. Negara harus melibatkan perspektif gender dalam pengambilan kebijakan," kata aktivis perwakilan Indonesia Feminis Dea Safira.
Selain itu, perwakilan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yang juga ikut dalam aksi ini, menyuarakan pada pemerintah agar memberikan hak bagi ibu menyusui.
"Kami meminta agar pemerintah memberikan cuti hamil dan tegas mengatur susu formal agar ibu dan anak mendapatkan hak menyusui," kata Ketua AIMI Nia Umar. (ptj/chs)