"Jadi terserah presiden dan juga Panglima TNI perempuan enggak melanggar aturan," kata Dasco saat dihubungi melalui pesan singkat, Senin (23/12).
Pernyataan Dasco merespons Ketua Umum PDI Perjuangan yang sebelumnya menggagas agar ada perempuan yang siap memimpin angkatan bersenjata. Salah satunya sebagai Panglima TNI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha) |
Lihat juga:Megawati 'Kesepian' di Dunia Politik |
Sebelumnya, Megawati dalam pidatonya di acara peringatan Hari Ibu mendorong kaum perempuan untuk dapat maju seperti dirinya yang pernah menjadi Presiden RI.
Megawati juga meminta perempuan untuk saling mendukung, bukan menjatuhkan perempuan lain yang ingin maju.
Tidak hanya di bidang politik, Megawati juga ingin agar perempuan dapat memiliki karier yang tinggi di bidang militer. Dia mencontohkan saat zaman penjajahan, Indonesia pernah memiliki Laksmana Malahayati yang memimpin peperangan. Megawati pun ingin agar ada perempuan yang dapat menjadi Panglima TNI.
"Laksmana Malahayati saja bisa. Panglima TNI, why not? Apakah tidak boleh Panglima TNI kaum perempuan? Presiden saja bisa artinya ke bawahnya juga bisa," ujar Megawati. (tst/ain)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)