PPK Kemayoran diketahui merupakan salah satu badan yang berada di bawah Kementerian Sekretariat Negara.
Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama mengatakan bahwa pengerjaan jembatan lengkung di kawasan Utan Kemayoran belum selesai. Jembatan itu juga belum berfungsi untuk dilewati pengunjung.
"Itu belum selesai si memang (pekerjaannya). Belum difungsikan. Belum dibayar juga itu," kata Setya saat dikonfirmasi, Senin (23/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dikerjakan ulang atau dihentikan, dia membayar kembali ke negara," ujarnya.
"Hari ini dibuka Utan Kemayoran, diharapkan besok sudah bisa diakses masyarakat terutama di Utara Jakarta, 'free' bebas biaya tanpa dipungut biaya, silahkan beraktivitas di sini," kata Medi saat peresmian, Sabtu (21/12).
Lihat juga:Utan Kemayoran, Sudut Hijau Baru di Jakarta |
Nahas, sehari setelah diresmikan salah satu jembatan di Utan Kemayoran ambruk pada Minggu (22/12). Badan jembatan tersebut masuk ke air danau.
Lewat keterangan tertulis, Humas PPK Kemayoran menegaskan tak ada korban dari kecelakaan tersebut. Lewat pernyataan tersebut, pihak PPK Kemayoran juga menyampaikan keprihatinan atas ambruknya jembatan lengkung.
"Namun demikian kami masih bersyukur bahwa dalam peristiwa tersebut tidak ada masyarakat yang menjadi korban," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Namun puluhan petugas keamanan yang berjaga di dalam dan luar kawasan Utan Kemayoran menghalangi sejumlah wartawan yang hendak melakukan peliputan jembatan ambruk di Utan Kemayoran, Senin siang.
Diberitakan Antara, wartawan media online Gerdi diusir beberapa petugas keamanan saat mengambil dokumentasi gambar dari luar pagar kawasan Utan Kemayoran, di Jalan Benyamin Sueb.
Petugas mengusir jurnalis tanpa alasan jelas dan terus menjaga kawasan dari luar agar tidak ada yang bisa mendekati. Sementara itu, pintu masuk utama terlihat ditutup dengan spanduk putih, sebagai tanda kawasan itu tidak bisa dimasuki untuk umum.