Kabid Humas Polda Sumsel Komisaris Besar Supriadi mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara diketahui terdapat 54 penumpang termasuk sopir dan kernet saat bus dari Bengkulu ke Palembang mengalami kecelakaan.
Dari jumlah tersebut, sudah ditemukan 40 orang. Secara rinci, 27 korban ditemukan meninggal dunia sementara 13 lainnya selamat dalam kondisi luka-luka. Sebanyak 14 lainnya dinyatakan masih hilang. Tim gabungan kepolisian, TNI, BPBD, serta SAR masih melakukan evakuasi di radius lima kilometer dari lokasi kejadian.
"Itu hasil olah TKP sementara seperti itu. Untuk pemicu, penyebab kecelakaan sendiri belum bisa dipastikan. Informasi tim di lapangan sopirnya diduga mengantuk, tiga kali hampir tabrakan," ujar Supriadi, Selasa (24/12).
Selain itu, penyidik pun menduga ada permasalahan teknis dari kendaraannya. Namun pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Dinas Perhubungan yang akan menyimpulkan apakah bus tersebut laik beroperasi atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya pun akan segera memanggil pihak perusahaan otobus (PO) Sriwijaya Ekspress Bengkulu setelah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Perhubungan untuk penyelidikan lebih lanjut.
[Gambas:Video CNN]
Bus Sriwijaya Ekspress jurusan Bengkulu Palembang mengalami kecelakaan dengan masuk ke dalam jurang Sungai Lematang di Tikungan Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan, Senin (24/12) malam. Sebanyak 27 korban meninggal dunia dan 13 lainnya luka-luka.
Tim evakuasi masih melakukan penyisiran dalam radius lima kilometer dari lokasi kejadian untuk mencari kemungkinan korban yang terbawa hanyut oleh aliran Sungai Lematang yang cukup deras. (idz/gil)