Akbar meyakini Presiden Joko Widodo tak akan menggunakan kekuasaannya untuk membantu memenangkan Gibran agar terpilih sebagai kepala daerah di Solo, Jawa Tengah pada Pilwalkot Aolo 2020.
"Saya yakin pak Jokowi tidak akan gunakan kekuasaan posisi sebagai presiden untuk mendorong publik memilih anaknya," kata Akbar di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (24/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai jadi walikota, gubernur sampai presiden. Biar berjalan secara alamiah kalau memang ada berminat politik, kenapa tidak?" kata dia.
Gibran daftar calon Wali Kota Solo. (CNN Indonesia/Damar Sinuko) |
Menurutnya demokrasi dan konstitusi yang dianut Indonesia saat ini sudah memberi peluang bagi tiap warga negara untuk berpartisipasi dalam kancah perpolitikan.
"Itu hak mereka sebagai warga negara siapa saja diberikan kesempatan," tambahnya.
Melihat peluang itu, Akbar memandang Jokowi pasti menyambutnya dengan baik dengan cara mempersilahkan Gibran mencalonkan diri sebagai Cawalkot Solo.
"Misalnya anak saya sjdah mulai tertarik untuk politik saya kasih saran kepada anak saya. Tentu Jokowi sbagai presiden kalau punya anak masuk politik sbagai orang tua tentu mempersilahkan kalau ada yang terpanggil," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (rzr/pmg)
