Kepolisaian menyebut jumlah penumpang yang masih simpang siur menyebabkan pencarian masih terus dilakukan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Komisaris Besar Supriadi mengatakan, kepolisian belum bisa memastikan jumlah keseluruhan penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan maut tersebut. Karena berdasarkan manifest bus, hanya 27 orang penumpang yang terdaftar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyebab terjadinya kecelakaan pun belum diketahui. Kendalanya, alat traffic accident analysis (TAA) milik kepolisian tidak bisa digunakan karena kondisi lokasi kejadian yang sulit.
[Gambas:Video CNN]
Supriadi menjelaskan, TAA bisa melakukan analisis apabila jarak dari titik awal terjadinya kecelakaan ke pergeseran kendaraan hanya berjarak lima menit. Sedangkan dari titik awal Bus Sriwijaya menabrak beton pembatas jalan hingga jatuh ke dalam sungai membutuhkan waktu tempuh 20 menit, mengingat kedalaman jurang sekitar 150 meter dengan medan yang terjal.
"Paling mungkin nanti bagaimana cara evakuasi kendaraan. Itu juga cukup terkendala karena jurang cukup dalam, alat berat tidak bisa diturunkan. Paling nanti diprotol (copot), satu-satu dipindahkan, baru nanti dianalisis oleh TAA tadi. Mesinnya pun akan diperiksa," kata Supriadi.
"Masih fokus ke evakuasi korban dulu. Kasihan kalau masih ada. Evakuasi maksimal tujuh hari setelah kejadian, jangan sampai ada komplain dari keluarga korban. Yang lebih utama itu, kalau yang lain-lain seperti perusahaan tidak akan kemana-mana," kata dia. (idz/osc)