Warga RT 02/RW 05 Cipinang Melayu, Diran Anam (45) memperkirakan tidak kurang dari 18 anak kobra saat ini berkeliaran.
Ular berbisa itu kerap bermunculan saat malam dan siang hari dari kawasan semak-semak jalan menuju halaman rumah warga.
Sekitar pukul 14.00 WIB, Diran bersama tetangganya memutuskan untuk berburu ular tersebut bersama petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur.
"Empat ekor di antaranya berhasil saya tangkap bersama warga. Saat ini proses pencarian masih dilakukan empat petugas Damkar," katanya seperti dilansir Antara.
"Satu ekor saya getok pakai gagang sapu dan mati. Saya takut di patuk karena berbisa," kata Diran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tadinya kobra ini ada di belakang kebun, tapi kena gusur. Itu kan habitat dia (ular)," katanya.
Kepala Seksi Operasional Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan, petugas evakuasi disebar ke sejumlah penjuru kawasan, termasuk sarang tempat ular bertelur di sebelah rumah Diran.
"Usai pencarian selama 1,5 jam, petugas belum menemukan keberadaan ular lainnya. Pencarian dihentikan pukul 17.38 WIB," katanya.
Gatot menambahkan belum ada laporan ada korban digigit ular-ular di kawasan tersebut.