Aksi unjuk rasa itu rencananya digelar setelah Salat Jumat atau sekitar pukul 13.00 WIB. Sejumlah kelompok Islam, seperti Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan Persaudaraan Alumni 212, berencana bergabung dalam aksi ini.
FPI juga telah membuat surat edaran kepada anggotanta di seluruh Indonesia untuk datang ke Jakarta. Mereka diminta ikut dalam aksi solidaritas untuk Uighur tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Video CNN]
Ketua Umum FPI Sobri Lubis menyebut pihaknya menggelar aksi karena menerima informasi bahwa etnis Uighur di China dilarang memiliki dan membaca Alquran. Pemerintah China, lanjutnya, juga mewajibkan etnis Uighur mengikuti kamp re-edukasi.
"Dan dijebloskan ke dalam kamp re-edukasi yang menurut beberapa laporan LSM HAM internasional justru tempat di mana banyak penyiksaan serta pelecehan seksual terjadi," kata Sobri.
Dengan bantuan itu, menurut WSJ, ormas Islam Indonesia tak lagi keras mengkritik kasus Uighur. Terutama setelah beberapa perwakilan dari MUI, PBNU, PP Muhammadiyah, dan media massa diundang ke Xinjiang awal tahun 2019.
Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian sebelumnya menjelaskan bahwa pemberitaan mengenai tindakan represif pemerintah China terhadap muslim Uighur tidak benar. Dia bahkan mempersilakan masyarakat Indonesia untuk melihat langsung kondisi muslim Uighur, di Xinjiang, China. Xiao Qian juga menyatakan kondisi wilayah Xinjiang aman untuk dikunjungi.
Sementara Menko Polhukam Mahfud MD mengklaim telah berbicara dengan Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian mengenai etnis Uighur di Xianjiang, China
Mahfud mengatakan Xiao menyebut etnis Uighur separatis karena memiliki agenda di luar kerangka negara China.
(dhf/arh)