Sebelumnya, beberapa perwakilan massa aksi diundang bermediasi dengan Kedubes China. Salah satu penggawa perwakilan itu adalah Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama Yusuf Muhammad Martak.
"Tadi diinformasikan bahwa delegasi akan diterima. Setelah kami berjalan untuk bisa diterima, di tengah jalan informasinya berbeda. Bahwa negosiasi kita akan diterima perwakilan dari Dubes China. Tempatnya tidak di dalam Kedubes, tetapi di kantor sebelah. Terima atau tolak?" kata Slamet dari atas mobil komando.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demo bela Uighur di depan Kedubes China. (CNN Indonesia/Dhio Faiz) |
Setelah itu, Slamet membacakan pernyataan sikap massa aksi. Massa aksi menegaskan mengutuk perlakuan China terhadap etnis Uighur di Xinjiang. Mereka meminta China berhenti melarang Uighur beribadah.
Mereka juga meminta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) membentuk tim investigasi untuk Uighur. Slamet juga menyerukan boikot produk China di Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
Lihat juga:Aksi Bela Uighur, Netizen Serukan #CHINAZI |
"Siap!" saut massa aksi. (dhf/ain)
Demo bela Uighur di depan Kedubes China. (CNN Indonesia/Dhio Faiz)