Ia menilai bentuk persimpangan dan pembatas jalan yang rendah jadi salah satu kerentanan kecelakaan.
"Sudah enggak heran, sudah biasa. Kadang juga guling tengah jalan," jawabnya, sambil menunjuk ke arah pertigaan di depannya, saat ditemui CNNIndonesia.com, di tempat jualannya yang menghadap Apotek Senopati, Jakarta, Minggu (29/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai kecelakaan itu tak lepas dari bentuk lajur dari Jalan Gunawarman menuju Jalan Senopati yang tak tampak seperti pertigaan. Selain itu, kata dia, ada andil pembatas pertigaan yang rendah dan tipis yang bisa mengakibatkan pengendara tak sadar akan keberadaan persimpangan.
Dari pantauan CNNIndonesia.com, trotoar segitiga yang berada di tengah pertigaan tersebut cukup rendah. Meski demikian, di tengahnya ada pohon dan tanaman hias hijau yang cukup tinggi. Tak ketinggalan, ada rambu lalu lintas penunjuk arah.
[Gambas:Twitter]
Pasca-kecelakaan itu, beton pembatas jalan atau movable concrete barrier (MCB) tampak sudah dipasang di sisi kanan trotoar dari arah Jalan Gunawarman itu. Selain itu, perbaikan tengah dilakukan terhadap dinding Apotek Senopati yang tertabrak. Apotek itu sendiri masih beroperasi normal.
Ditemui terpisah, Ozi, warga setempat yang sempat melihat sekilas kejadian tersebut, mengaku tak heran dengan kecelakaan itu. Pria berusia 35 tahun itu mengatakan sudah sering menyaksikan kendaraan mengebut yang melintasi jalur Jalan Senopati.
"Iya sering, Mbak. Coba deh duduk sini malem sampai pagi, pasti banyak lihat mobil ngebut kenceng," jelas Ozi sembari menyeruput kopinya.
Dirinya yang bekerja dan tinggal di daerah Senopati itu menyayangkan dua kejadian yang terjadi beruntun itu tak ditanggapi serius oleh Pemerintah. Menurutnya, kejadian tersebut bisa dihindari jika tersedia rambu waspada atau pagar tinggi di sekitar pertigaan.
"Jawabannya, 'ya nanti disosialisasikan', begitu," aku dia.
Keberadaan Pub
Warga lainnya, Abdullah alias Abul (26), mengatakan jalur ke arah Jalan Senopati memang tidak gelap saat malam hari. Terdapat papan reklamasi yang menerangi badan jalan.
Ia hanya menyebut bahwa hampir seluruh pelaku tabrakan adalah pengemudi berusia relatif muda yang tidak dalam kondisi fit untuk menyetir. Selain itu, Abul menyindir soal keberadaan tempat hiburan yang menyediakan minuman keras di area itu.
[Gambas:Video CNN]
"Ya biasanya mabok mereka. Kita lihat sekali sudah tahu. Kan banyak itu pub di Jalan Gunawarman," katanya.
Senada dengan Ozi, Abdullah berharap ada perubahan peraturan yang dapat mencegah kejadian serupa di masa depan. Pasalnya korban meninggal pada kecelakaan Oktober lalu adalah teman kerja yang telah dikenalnya hampir sepuluh tahun.
"Almarhum (Asep) temen saya, kita tiap hari ketemu sudah lebih dari sepuluh tahun tiba-tiba enggak ada ya gimana ya Mbak rasanya," katanya pelan.
Karyawan lainnya, Ronny (40) yang telah bekerja lebih dari 10 tahun di Apotek Senopati, mengaku menjadi artis dadakan oleh serbuan wartawan, dia tampak santai memantau pekerja mengkonstruksi ulang palang yang retak.
Sebelum insiden yang melibatkan AS, Apotek Senopati juga sudah tertabrak oleh mobil berpelat nomor B 2794 STF yang dikendarai oleh PKH (21), Minggu (27/10) pukul 03.30 WIB. Insiden itu menewaskan seorang satpam apotek, Asep Kamil (50). Polisi menyebut tersangka saat itu tak berkonsentrasi dan tak hapal jalan.
(wella andany/arh)