Fathul justru mengaku heran melihat pada Minggu (29/12), Gerindra justru menyodorkan nama Ahmad Riza Patria sebagai calon wagub dari Gerindra. Merespons aksi Gerindra tersebut, PKS kembali mempertanyakan komitmen Gerindra.
"Mungkin mereka (Gerindra) sudah siap dan mulai membiasakan diri untuk dikenal sebagai partai yang dipertanyakan konsistensinya, karena sudah mulai banyak catatan ingkar janjinya," ujar Fathul kepada CNNIndonesia.com, Senin (30/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa opsi itu di antaranya PKS akan membuka peluang nama lain di luar kadernya atau mendengar langsung pertimbangan dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan siapa yang pantas mengisi kursi Wagub DKI.
"Karena kurang aktifnya Gubernur Anies dalam membangun komunikasi terkait penentuan wagub, saya khawatir malah ada yang menafsirkan bahwa beliau memang lebih nyaman tidak ada Wagub. Ini kan bisa jadi pertanyaan beberapa pihak yang harus kita bahas bersama juga," ujar Fathul.
Sebelumnya, Partai Gerindra DKI Jakarta memberi sinyal Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria bakal menjadi calon wakil gubernur DKI yang diusung dari partai berlambang garuda itu. Sebelumnya, ada empat nama yang disebut bakal mewakili Gerindra yakni Ferry J. Juliantono, Arnes Lukman, Sekda DKI Saefullah, termasuk Riza.
"Pak Riza punya pengalaman yang cukup di DKI. Pernah jadi Ketua KNPI, tokoh pemuda Jakarta, jadi kalau ditanya soal Jakarta Pak Riza paham banget," ujar Ketua DPP Gerindra DKI Muhammad Taufik di Wisma Garuda, Jakarta, Minggu (29/12).
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria. (CNN Indonesia/ Bisma Septalisma) |
Ahmad Riza Patria pun menyatakan siap mundur sebagai anggota DPR jika ditunjuk sebagai calon wakil gubernur DKI mendampingi Anies Baswedan. Riza saat ini diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Riza mengaku siap jika nantinya memang dia yang ditunjuk sebagai cawagub DKI. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto juga disebut telah memerintahkan langsung. Menurutnya, kesanggupan ini adalah bentuk loyalitas terhadap kebijakan partai.
"Saya harus siap apa pun yang diperintahkan pimpinan. Apalagi Pak Prabowo yang memerintahkan. Sebagai kader partai yang baik, sebagai prajurit harus taat," tuturnya. (rzr/ain)
