"Kalau secara informal, mungkin baru 2-3 fraksi, tapi nanti kita liat secara formalnya," kata dia di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang penting dicari kemana uangnya, lalu gimana solusinya, kan kasian ini nasabah-nasabah yang sekian banyak kehilangan uangnya, nanti dicari solusinya gimana asuransi Jiwasraya terbantu semuanya," tutur dia.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Melihat hal itu, Dasco menyatakan DPR juga akan menggelar rapat gabungan antara Komisi VI dan Komisi XI untuk menyamakan persepsi pembentukan pansus usai reses.
"Jadi begini, komisi XI dan komisi VI itu kan memang sudah meminta membuat surat untuk mengadakan secara khusus audit, ya, terhadap jiwasraya. dan saya pikir komisi VI dan komisi XI dalam rapim yang akan datang ada usulan untuk membikin pansus terhadap Jiwasraya," kata Dasco.
Terpisah, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan Evita Nursanty mengaku mendukung pembentukan Pansus Jiwasraya demi memperkuat pengawasan dewan dalam mengungkap kasus itu.
"Kita akan cari akar masalahnya dan bagaimana penyelesaiannya yang terbaik, bagi nasabah, bagi Jiwasraya, bagi BUMN dan bagi industri dan bagi semua stakeholders yang terkait," kata dia.
Selain itu, Evita menyatakan pihaknya turut mendukung langkah-langkah hukum yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut kasus tersebut. Kejagung sebelumnya telah meminta pihak imigrasi mencegah sedikitnya 10 orang terkait dugaan skandal Jiwasraya.
[Gambas:Video CNN]
Ia berharap Kejagung dapat menyelidiki dengan tuntas kasus tersebut agar penegakkan hukum berjalan dengan maksimal.
"Kita lihat seperti apa hasil penyidikan yang dilakukan terkait dugaan korupsi atau kejahatan lain, dan kita harapkan adanya penegakan hukum yang tegas demi perbaikan ke depan," kata dia.
Diketahui, sejumlah partai sudah menyatakan dukungannya soal pembentukan pansus atau panitia kerja (panja) Jiwasraya. Di antaranya, Partai Demokrat, PKB, dan PPP.
(rzr/arh)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian