BMKG Prediksi Curah Hujan Meningkat Januari-Maret 2020

CNN Indonesia | Selasa, 31/12/2019 16:15 WIB
Curah hujan tinggi pada 2020 tidak merata di seluruh Indonesia, hanya di beberapa wilayah seperti Sumatera, Jawa, NTT, dan Papua. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan bahwa pada 2020 diperkirakan tidak akan terjadi gangguan cuaca akibat anomali iklim atau fenomena El Nino yang kuat.

Hal tersebut membawa dampak terhadap curah hujan di wilayah Indonesia yang akan meningkat pada 2020. Ia menuturkan peningkatan curah hujan terjadi mulai dari Januari hingga Maret.

"Pada 2020 curah hujan akan semakin meningkat menjadi lebih tinggi mulai Januari sampai Maret," ujarnya dalam agenda 'Refleksi Bencana Tahun 2019 dan Proyeksi Bencana 2020' di Gedung Graha BNPB, Jakarta (30/12).


Dwikorita menjelaskan curah hujan tinggi tidak terjadi secara serentak di seluruh kota Indonesia. Sejumlah daerah yang akan mengalami curah hujan tinggi di antaranya seperti Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Puncak curah hujan terjadi pada Februari-Maret.

"Ini tidak serempak di seluruh Indonesia, jadi secara bertahap," jelas dia.

Prediksi BMKG, terang Dwikorita, curah hujan bulanan sepanjang 2020 cenderung sama dengan pola normal klimatologisnya.

[Gambas:Video CNN]
Ia menjelaskan periode musim hujan November 2019-Maret 2020 masih sesuai dengan normalnya (klimatologi 1981-2010), namun dapat lebih basah dibandingkan 2019, khususnya Sumatera dan Kalimantan bagian Utara.

Lebih lanjut, Dwikorita pun menyatakan bahwa hujan akan tetap turun hingga menjelang tahun baru karena awal musim hujan dimulai sejak November 2019.

"Artinya sampai tahun baru nanti masih hujan,"tandasnya.
 
(ryn/wis)