Gibran memutuskan maju pada Pilkada Kota Solo, sementara Bobby ikut dalam kontestasi Pilkada Kota Medan.
"Ya kalau di dua daerah itu, menunjukkan ada dinasti politik. Itu dinasti politik, jelas itu dinasti politik. Enggak ada kata lain itu," kata Munarman di Jakarta, Selasa (31/12).
Munarman mengatakan bahwa FPI tak akan ikut dalam perpolitikan yang menyuburkan dinasti politik. Ia pun menyinggung sikap partai yang sempat berseberangan dengan pemerintah, kini berencana ikut mengusung anak dan mantu Jokowi itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munarman menegaskan majunya Gibran dan Bobby itu merupakan upaya membangun dinasti politik, meskipun sudah dibantah oleh Jokowi yang menyebut hak warga negara untuk ikut dalam kontestasi lima tahunan itu.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mewakili pihak Istana bahkan turut membela langkah Gibran dan Bobby maju pilkada dan memastikan itikad politik mereka bukan upaya membangun dinasti politik Jokowi.
[Gambas:Video CNN]
Munarman mengatakan PDI-Perjuangan di tingkat pengurus cabang Solo sebenarnya sudah memiliki calon. Namun, tiba-tiba Gibran memutuskan maju Munarman menduga Gibran menggunakan kekuatan Jokowi agar dipilih oleh PDI-Perjuangan.
"Kalau dia emang bukan dinasti politik maka tidak boleh dong mestinya by pass mekanisme parpol. Ini parpol juga bisa dikalahkan oleh power bapak (Jokowi)," tuturnya.
"Ya kalau power bapak apalagi kalau bukan dinasti. Berarti kan bukan karena kemampuan, tapi karena kebapakan," kata Munarman menambahkan. (fra/gil)