Banjir Terparah, Bupati Bogor Minta Perhatian Pusat

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 02/01/2020 11:43 WIB
Banjir Terparah, Bupati Bogor Minta Perhatian Pusat Bupati Bogor, Ade Yasin (tengah) memantau lokasi pasca-banjir di Vila Nusa Indah, Bojongkulur, Bogor, Kamis (2/1). (Ike Agestu/CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta perhatian pemerintah pusat terkait banjir yang melanda wilayahnya pada awal tahun baru 2020.

"Ada 13 kecamatan, 57 titik, tetapi yang terbesar di Bogor Timur, Bojongkulur ini," ujar Ade ketika memantau lokasi banjir, Kamis (2/1) pagi di kompleks perumahan Vila Nusa Indah 1, Desa Bojongkulur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.


Ia manambahkan Bojongkulur menjadi yang terparah karena berada di titik pertemuan dua sungai besar, yakni Cileungsi dan Cikeas.


"Ini yang menyebabkan selalu banjir. Masyarakat juga tidak menduga sebesar ini. Biasanya sedengkul, ini sampe atap rumah. Ini juga perlu perhatian dari pemerintah pusat terutama untuk kaitan dengan penataan kali di wilayah Jawa Barat," tambahnya.

H+1 banjir, ia juga mengaku bantuan logistik belum maksimal.

"Sedang dalam proses dari beberapa organisasi. Dari pemerintah daerah juga akan insyaallah turun hari ini," tambahnya.

Mulai surut

Sementara itu, warga yang terdampak banjir mulai membersihkan rumah. Seorang korban banjir di kompleks perumahan Vila Nusa Indah 1, Isti, 33, mengatakan air banjir mulai surut pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

"Kemarin banjir mungkin sekitar tiga meter, ada yang mungkin empat meter di luar. Kami tetap di rumah, di lantai dua bareng tetangga. Baru subuh tadi kita bisa ke lantai bawah," kata Isti.


Menurutnya, air mulai naik pada Selasa (31/12) malam sekitar pukul 22.00 WIB, namun kemudian sempat surut.

"Rabu pagi sekitar pukul 10.00 mulai naik, cepat, udah kita ke atas. Ini yang terparah sejak kita tinggal di sini tahun 2005," ujarnya.

Di rumah yang sekaligus menjadi tempatnya berjualan pulsa, Isti tinggal bersama suami dan dua anaknya. Sejauh ini, ia mengatakan mendapat bantuan berupa makanan dari dapur umum yang disediakan di posko bencana yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya.

"Cuma tadi malam anak-anak lapar kami belum bisa turun, jadi saya suruh tidur saja," ungkapnya.

Berbatasan dengan Kecamatan Jati Asih, Bekasi, ada sekitar 21 ribu kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir di Bojongkulur. Warga mengatakan kebutuhan mendesak saat ini adalah bantuan makanan, pakaian dan obat-obatan.


[Gambas:Video CNN] (stu/pmg)