Ari merupakan pengurus asrama berlantai dua itu. Dia tak sendiri membersihkan bangunan tersebut dari sisa-sisa banjir. Dibantu rekannya sesama pengurus dan belasan anak-anak penghuni asrama, Ari bahu membahu menyiramkan air ke lumpur agar mudah dibersihkan.
Mereka pertama-tama lebih dulu membersihkan lumpur di dalam asrama. Setelah bersih, pembersihan dilanjutkan ke halaman dan depan asrama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ari cs terpaksa menimba air selokan lantaran air bersih di asrama tidak tersedia. Listrik yang biasa digunakan untuk menyalakan mesin air sementara dimatikan oleh PLN sejak banjir melanda.
Selain menyisakan lumpur dan sampah, banjir juga membuat sejumlah perabotan, peralatan komputer, dan dokumen di asrama rusak.
Ari menceritakan hujan sepanjang malam tahun baru sejatinya tidak menimbulkan banjir cukup parah, hanya setinggi sekitar 20-30 cm atau sebetis orang dewasa. Banjir setinggi hampir dua meter justru terjadi beberapa jam setelah hujan berhenti.
Dia menduga meningkatnya debit banjir di kawasan Kemang Pratama berasal dari sungai yang berada di depan kawasan itu. Bahkan, dia sempat mendengar kabar jebolnya tanggul sungai menjadi penyebab tingginya genangan banjir.
"Ada lima anak terjebak di toko depan. Mereka tidak bisa kembali ke asrama karena arusnya deras. Akhirnya kami (pengurus) samperin dan gotong agar bisa balik ke asrama dan naik ke lantai dua," ujarnya.
Tak hanya anak-anak asrama, tiga warga yang tinggal di perumahan Kemang Pratama juga sempat mengungsi ke lantai dua asrama. Kejadian itu terjadi ketika ketiga orang itu tidak kuat melawan arus air banjir saat menuju kediamannya yang tidak jauh dari asrama.
"Jadi mereka harus lawan arus buat ke arah rumahnya. Tapi saya lihat mereka tidak kuat. Akhirnya saya suruh masuk ke asrama sampai banjirnya surut," ujar Ari.
Terkait kejadian banjir parah di Kemang Pratama, Ari berharap Pemerintah Kota Bekasi segera menyalurkan bantuan berupa makanan dan air bersih. Dia khawatir anak-anak penghuni asrama terkena penyakit karena tidak tersedianya kebutuhan itu.
"Pemkot juga kami minta lebih siap mengatasi banjir. Kasihan kalau kejadian terulang kembali," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Warga Pasrah
Nasib serupa juga dialami Abror dan keluarganya yang tinggal di kawasan Niaga Kemang Pratama. Bahkan, Abror dan keluarganya sempat terjebak di lantai dua rumahnya karena banjir merendam lantai satu.
"Kemarin pas banjir saya di lantai dua saja sama keluarga. Tidak bisa ke mana," ujar Abror.
Abror sempat meminta bantuan tim SAR yang melintas dengan perahu karet di depan kediamannya agar dievakuasi. Akan tetapi tim SAR mendayung perahu karetnya menuju kawasan Kemang Pratama 2 yang diketahui dilanda banjir lebih parah.
"Mungkin ada yang lebih membutuhkan jadi mereka jalan terus," ujar Abror.
"Orang tua shock tapi pasrah sama kejadian ini," ujarnya.
Dia hanya menyampaikan akibat banjir itu dua mobil dan satu sepeda motornya terendam. Sejumlah barang elektronik dan furnitur juga mengalami kerusakan. Adapun dokumen penting sudah dipindahkan ke lantai dua ketika air perlahan mulai meninggi.
Saat ini, kata Abror, dia dan warga lainnya membutuhkan bantuan logistik. Selain itu, distribusi air bersih juga sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini.
Lebih dari itu Abror berharap ke depannya pemerintah dapat memikirkan mitigasi bencana banjir agar kejadian seperti ini tak terulang lagi. (jps/osc)