Salah satu warga korban banjir, Ryan mengeluhkan kondisi MCK yang kotor lantaran tak terurus. "Kondisinya ya seperti itu aja lah. Kurang bagus gitu. Soalnya satu, kurang bersih. Bau gitu. Banyak sampah. Terus cuma ada satu," kata Ryan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (2/2).
Lihat juga:64 Truk Angkut Sampah di Pintu Air Manggarai |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lain, Sukisni berharap agar MCK bisa segera ditambah. Sebab, jumlah satu MCK membuat warga antre untuk keperluan kamar mandi.
"Mungkin keluar ya. Soalnya kamar mandinya masih antre buat mandi. Anak kecil. Jadi kita yang dewasa ngalah keluar. Jalan jauh lah gitu," ucap Sukisni.
Sukisni selain itu juga mengeluhkan jumlah tenaga medis yang minim. Kondisi itu menurutnya, membuat warga memilih menahan sakit karena mengalah untuk korban dengan kondisi kesehatan yang lebih parah.
"Kalau bisa saran, petugas kesehatannya juga ditambahin lagi. Soalnya cuma sedikit. Terus yang sakit kan banyak. Ada yang sakit, nahan, karena lihat yang lebih parah kan. Jadi ya, saran saya dari medis ditambahin lagi," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Hingga Kamis (2/1) sore, banjir yang merendam rumah warga mulai surut. Banjir yang sebelumnya mencapai ketinggian lebih dari 3 meter sehari sebelumnya, kini tak sampai mata kaki.
Banjir juga menyeret sejumlah mobil sampai bertumpukan. Beberapa warga terlihat mulai membersihkan kotoran sisa banjir dan air yang masih menggenang. (thr/asa)