"Korban meninggal akibat terseret arus 17 jiwa, tertimbun tanah longsor 5 jiwa, tersengat listrik 5 jiwa dan Hipotermia 3 jiwa," kata Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melalui siaran pers, Kamis (2/1) malam.
Dalam hal ini, Agus menjelaskan bahwa korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Bogor yang mencapai 11 orang. Kemudian Jakarta Timur 7 orang Kota Bekasi dan Depok masing-masing 3 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"62.453 orang mengungsi di 308 titik pengungsian tersebar di 49 Kelurahan dan 34 Kecamatan Provinsi DKI Jakarta,"
Sebagai informasi, terdapat beberapa wilayah yang sulit untuk dievakuasi kemarin.
Sejumlah warga mengeluhkan kurangnya perahu karet di wilayah terdampak banjir di Kota Bekasi, seperti warga Perumahan Kemang Ifi Graha/Angkatan Laut Sinar Pondok Benda, Jatiasih, Kota Bekasi.
Warga perumahan tersebut, Gusti (27), kemarin Rabu (1/1), menyebut masih banyak warga, terutama lansia yang terjebak di dalam rumah akibat banjir di Jabodetabek. Ia pun meminta instansi terkait segera mengirimkan bantuan perahu karet.
Menurutnya, saat ini baru ada sekitar dua perahu karet milik RW setempat untuk mengevakuasi para warga yang bertahan di rumah masing-masing.
"Belum dapat bala bantuan, perahu karet stock-nya sedikit cuma satu atau dua, itu pun bukan dari Tim SAR," ujarnya.
Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Edy Sukamto pun mengakui hal itu. Edy mengaku sudah meminta bantuan perahu karet ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), namun masih tetap kurang untuk mengevakuasi para warga.
[Gambas:Video CNN] (mjo/age)