Juru Bicara Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Bandung Joshua Banjarnahor mengatakan, tim Basarnas sejak pukul 5.30 pagi melakukan pencarian tiga korban longsor di Kecamatan Sukajaya.
"Di Desa Harkat Jaya, tiga orang masih tertimbun. Kedalaman longsoran 5-6 meter," kata Joshua, Jumat (3/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim melakukan pencarian korban tertimbun di Desa Harkat Jaya dibagi menjadi dua SRU (search and rescue unit)," ujarnya.
Saptono mengatakan jumlah korban jiwa akibat banjir paling menonjol berada di Kabupaten Bogor.
Salah satunya di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Saptono menyatakan di sana sedikitnya empat orang tewas akibat terbawa arus saat terjadi banjir. Sedangkan tiga orang belum ditemukan, dan 12 orang luka-luka serta beberapa rumah terendam air dan rusak.
Sedangkan bencana longsor di Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, mengakibatkan satu orang meninggal dunia.
Sebanyak dua korban tewas akibat longsor juga terjadi di Kampung Cibeureum, Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
[Gambas:Video CNN]
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor di lima wilayah provinsi itu. Status tanggap bencana ini berlaku selama dua minggu terhitung sejak 1 Januari 2020.
"Kemarin, saya sudah menandatangani surat tanggap darurat untuk penetapan lima wilayah, yaitu Kota dan Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Indramayu," kata Ridwan Kamil di Bandung, Jumat (3/1).
Dia menjelaskan dengan penetapan status tanggap darurat tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan mengirimkan bantuan untuk warga terdampak.