Angka itu bertambah dari sehari sebelumnya tercatat 47 korban tewas.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo menyebut penambahan korban terjadi akibat banjir dan longsor di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BNPB mencatat Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merupakan wilayah terdampak banjir dengan jumlah korban paling banyak, yakni 16 orang. Disusul oleh Kabupaten Lebak (9), Kota Bekasi (9), Jakarta Timur (7), dan Kota Depok (3).
"1 orang hilang, 3 orang hipotermia, 17 orang terseret arus banjir, 5 orang tersengat arus listrik, 12 orang tertimbun tanah longsor serta 5 orang masih dalam pendataan BNPB," kata Agus, Jumat (3/1).
Petugas pemadam kebakaran mengevakuasi warga saat banjir di Kampung Pulo, Jakarta, Kamis (2/1/2020). (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) |
Kota Bekasi menjadi lokasi paling parah terdampak banjir hingga mencapai 366.274 jiwa. Hingga Sabtu (4/1), korban yang mengungsi akibat banjir di kota itu hampir mencapai 150 ribu.
Banjir menerjang sebagian wilayah Jabodetabek akibat hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.
BNPB menyatakan bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah Jabodetabek pada Rabu (1/1) lalu belum perlu ditetapkan sebagai bencana nasional. Sebab, 'banjir tahun baru' itu tidak mengganggu sistem pemerintahan.
Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menetapkan lima wilayah di provinsinya dengan status tanggap darurat. Penetapan status ini berlaku selama dua minggu terhitung sejak 1 Januari 2020.
