Suharso menilai Pemprov DKI Jakarta telat menerapkan konsep Kota Spons yang bertujuan untuk menyerap air banjir. Ia mengatakan konsep kota Spons ini diperlukan karena manusia hanya bisa memakai delapan persen dari total keseluruhan air yang tersedia di seluruh dunia. Sisanya harus dikelola dengan baik agar tidak terjadi bencana banjir.
"Mereka sekarang membuat kota itu seperti spons yang menyerap air. Jadi hampir semua kota-kota di dunia sekarang berubah bentuk menjadi kota-kota yang menyerap air," kata Suharso saat ditemui di Kantor DPP PPP, Jakarta, Sabtu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka 377 mm adalah rekor curah hujan ekstrem terbaru, yang didapatkan BMKG dari pengukuran di pos Halim Perdanakusuma. Sementara itu, data curah hujan ekstrem yang membuat banjir besar di Jakarta dan sekitarnya pada 1996 adalah 216 mm/hari, 2002: 168 mm/hari, 2007: 340mm/hari. Pada 2008: 250mm/hari, 2013: 100mm/hari, 2015: 277mm/hari, 2016: 100-150 mm/hari.
Curah hujan berpotensi melebihi 377 mm sehingga bisa mencatat rekor curah hujan ekstrem terbaru dan mengakibatkan banjir yang lebih parah dibandingkan awal 2020.
[Gambas:Video CNN] (jnp/pmg)