"Nanti kita bicarakan recovery dan lain-lain sesudah ini, kami konsentrasi pada memastikan rehabilitasi berjalan dengan cepat," kata Anies di Kampung Makassar, Jakarta, Minggu (5/1).
Anies juga mengatakan pihaknya masih lebih mementingkan upaya jangka pendek mengingat Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak cuaca esktrem masih akan terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang konsentrasi kita adalah pengamanan dengan semua sumberdaya yang ada, dengan semua fasilitas yang ada, dengan sistem yang ada. Baru sesudah ini bicara jangka panjang tentang perbaikan," beber Anies.
"Bila mereka masih perlu di tempat pos pengungsian, kita fasilitasi terus sampai mereka bisa kembali sepenuhnya ke rumah. Karena ada sebagian yang rumahnya sama sekali belum bisa digunakan," ujar Anies.
"Jadi selama mereka belum bisa menggunakan, pos kita siap menampung. Tidak ada batas. Sampai mereka bs kembali di rumahnya masing-masing," lanjut dia.
Terakhir, Anies enggan disinggung mengenai sinergitas Jakarta dengan kota penyangga dalam antisipasi banjir. Menurut Anies sinergitas tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.
"Nah, itu kewenangan di kementerian PUPR. Kami bertanggung jawab di wilayah DKI Jakarta. Begitu sampai ke pengelolaan sungai antar provinsi, maka itu dikelola kementerian PUPR," pungkasnya.
Hari ini Anies sudah melakukan kerja bakti di kawasan Kampung Makassar, Jakarta Timur. Anies sudah menginstruksikan 300 orang per RW untuk bersih-bersih lingkungan.
Anies menjelaskan pihak yang turut bekerja hari ini terdiri dari unsur masyarakat, kemudian organisasi kemanusiaan, dunia usaha, kemudian ada organisasi kemasyarakatan. Selanjutnya dari TNI, polisi, dan jajaran Pemprov DKI.
Diketahui, akibat hujan turun sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 siang. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta ribuan orang harus mengungsi. (ctr/ain)