Sejumlah warga di Sukabumi pun panik. Mengingat gempa terjadi di pagi hari ketika banyak warga baru memulai aktifitasnya.
"Saat kejadian, saat hendak mandi tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan melihat lampu gantung bergoyang," ujar seorang warga Jalan Saniin, Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Ahmad Gilang, dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanpa pikir panjang saya keluar rumah dan menunda jadwal mandi," kata
Saat kejadian, dia hendak memeriksa kondisi lantai dua rumah yang sedang dibangun untuk melihat hasil pengecoran.
Lihat juga:Gempa Magnitudo 5,2 Terjadi di Nias Selatan |
Tiba-tiba, saat naik tangga, ia merasakan getaran yang cukup kencang dan tanpa pikir panjang, bersama tiga rekannya lari keluar rumah menuju tempat yang lapang.
Adapun Kepala Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dampak gempa Garut di Kabupaten Sukabumi. Namun dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk segera terjun ke lapangan melakukan pendataan.
"Kami sudah menginstruksikan kepada personel yang ada di setiap kecamatan untuk memantau dan mendata ke permukiman dan fasilitas umum serta sosial untuk antisipasi ada kerusakan pascagempa itu, tapi hingga kini belum ada informasi kerusakan," kata Sutisna.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)