Hal ini dikatakannya saat mengunjungi SDN 02 Cirimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (6/1) pagi. Atap sekolah tersebut diketahui ambruk diduga karena tak kuat menahan hujan deras, Rabu (1/1) pagi.
Lihat juga:SD di Bogor Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu hal lagi yang juga menurut kami cukup penting, kami sudah berencana dan akan melakukan tunjangan khusus bagi para guru-guru yang terdampak banjir dan hujan dan badai ini, diberikan selama tiga bulan, karena menurut kami kesejahteraan guru sangat penting," tuturnya.
Salah satu bangunan SDN 02 Kelurahan Cirimekar yang ambruk akibat hujan deras. (CNN Indonesia/Khaira Ummah Junaedi Putri) |
Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan survei dan sensus sambil berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang rehabilitasi sekolah. Fokusnya ada di daerah tertinggal.
"Terkait rehabilitasi sekolah juga kami akan berkoordinasi dengan melibatkan Pemda, BNPB dan Kementerian PUPR," ujar dia.
"Agar cinta kepada membaca terus bisa terjalin," imbuh dia.
Saat ditanya perihal jumlah sekolah, siswa, serta guru yang terdampak bencana, Nadiem mengatakan pihaknya masih terus melakukan pendataan.
[Gambas:Video CNN]
"Yang lebih penting bukan saya yang mengunjungi ya, yang penting bantauannya sampai," ujarnya terkekeh.
Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Harris Iskandar mengatakan pihaknya akan mengganti beberapa fasilitas yang mengalami kerusakan di beberapa sekolah terdampak bencana.
Kemendikbud pun akan akan melakukan pemulihan trauma bagi korban bencana.
Diketahui, hujan deras sejak 31 Desember 2019 malam hingga 1 Januari 2020 mengakibatkan banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), ribuan orang mengungsi, serta puluhan korban meninggal.
(khr/arh)
Salah satu bangunan SDN 02 Kelurahan Cirimekar yang ambruk akibat hujan deras. (