Menurut Moeldoko pemerintah memiliki cara dan pendekatan sendiri untuk menyelesaikan sengketa Natuna dengan China yang memanas sejak beberapa hari terakhir. Pendekatan ini, kata dia, dilakukan dengan cara soft (lembut) hingga hard (keras).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun menyebut jika diplomasi soft dan hard tak berjalan mulus maka akan ada penyelesaian lebih lanjut yang dilakukan oleh pemerintah.
"Pendekatan militer atau keamanan, pertahanan keamanan. TNI sudah mengambil langkah antisipatif, dengan mengerahkan berbagai kekuatan untuk mengisi area itu. Sekarang diplomasinya menteri sudah melakukan langkah diplomasi. Saya pikir dua hal itulah yg menjadi penyelesaian di lapangan," kata dia.
Diketahui Indonesia telah melayangkan nota protes kepada China terkait kapal Coast Guard mereka yang memasuki perairan Natuna, Kepulauan Riau. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan telah memanggil Duta Besar China di Jakarta untuk menyampaikan protes tersebut.
"Kemlu telah memanggil Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Jakarta dan menyampaikan protes keras terhadap kejadian tersebut. Nota diplomatik protes juga telah disampaikan," kata Kemlu dalam rilis di web resmi kemlu.go.id, Senin (30/12).
[Gambas:Video CNN]
TNI juga sudah siaga tempur terkait keberadaan armada China awal pekan ini. Operasi siaga tempur dilaksanakan Koarmada 1 dan Koopsau 1.
Pun demikian dengan Bakamla yang sudah menambah kekuatan ke Natuna dalam menghadapi situasi tersebut. (tst/wis)