Kendati demikian, Ketua BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan cuaca ekstrem terjadi tidak serempak, tetapi bergantian di seluruh Indonesia.
"Puncak musim hujan terjadi Februari-Maret, khusus DIY dan Jateng terjadi pada Januari-Februari," jelas Dwikorita dalam konferensi media di Karanganyar, Jawa Tengah seperti dilansir Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pengaruh angin monsun membuat kawasan DIY dan Jawa Tengah mengalami cuaca ekstrem lebih awal.
[Gambas:Video CNN]
Memasuki April hingga Mei, Indonesia akan mulai memasuki masa transisi jelang musim kemarau.
"Di kisaran April-Mei sudah memasuki musim kemarau. Ancaman bencananya beda lagi, bukan longsor atau banjir tetapi angin puting beliung," lanjut Dwikorita.
Selain potensi bencana angin puting beliung, pada musim pancaroba warga juga diimbau terjadi angin kencang, petir, dan hujan lebat yang datang tiba-tiba. Menurutnya, ancaman bencana di musim pancaroba akan terjadi secara merata di seluruh daerah di Indonesia. mengatakan saat ini ia bersama 30 personel Bina Marga masih belum bisa melakukan pengangkutan puing sisa Ruko ambruk karena pembongkaran belum selesai.