Dalam persidangan ini, Kivlan beberapa kali menolak menjawab pertanyaan dari jaksa yang dinilainya tidak berkaitan dengan Habil Marati saat itu.
"Mohon maaf, saya saksi untuk Habil. Di luar itu saya tidak mau menjawab. Nanti akan saya jawab saat posisi (persidangan) saya," kata Kivlan dalam persidangan di PN Jakarta Pusat, Selasa (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kivlan Zen Jadi Saksi di Sidang Habil Marati |
Karena menolak menjawab pertanyaan, Ketua Majelis Hakim Saifuddin Zuhri menegur Kivlan agar memberikan keterangan sesuai dengan yang dialaminya.
Namun, Kivlan tetap bersikeras untuk tidak menjawab pertanyaan jaksa yang tidak berkaitan dengan Habil Marati.
[Gambas:Video CNN]
Jaksa menerangkan bahwa pihaknya melontarkan pertanyaan-pertanyaan untuk menemukan rangkaian peristiwa yang terjadi sehingga berujung pada keterkaitan antara Kivlan, Habil, dan juga Iwan tersebut.
Akan tetapi pertanyaan-pertanyaan tersebut pun hingga akhirnya tidak dijawab oleh Kivlan.
Lihat juga:Kivlan Zen Sakit, Hakim Tunda Sidang Eksepsi |
Menanggapi hal itu, Kivlan mengaku telah mengenal Habil cukup lama. Ia menerangkan bahwa keduanya berasal dari partai yang sama, yakni PPP.
"Kenal Habil semenjak era reformasi karena sama-sama di PPP, beliau wasekjen dan saya menjadi caleg 2014, saya sudah kenal lama Habil," kata Kivlan.
Kivlan menjelaskan bahwa hubungannya dengan Habil tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan pembelian senjata seperti apa yang dituduhkan.
Sebagai informasi, dalam sidang ini, Purnawirawan TNI itu dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum sebagai saksi.
Lihat juga:Kivlan Zen Disebut Jadi Tahanan Rumah |
Polisi menangkap Habil Marati pada 29 Mei 2019 di rumahnya di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. (mjo/osc)