Menurutnya, pembentukan pansus akan membuka kasus PT Jiwasraya secara terang benderang ke masyarakat.
"Kami mendukung keberadaan pansus (Jiwasraya) itu, supaya jelas," kata Syarief kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada prinsipnya, kami dukung dan ini harus dibuka secara transparan apa yang terjadi dengan Jiwasraya, tidak boleh ada yang ditutupi," tutur Wakil Ketua MPR itu.
Sebelumnya, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyatakan pihaknya telah menyetujui agar DPR segera membentuk pansus guna mengungkap kasus yang terjadi di PT Asuransi Jiwasraya.
"Ya karena kita berkeinginan agar ini bisa terang benderang di hadapan publik. Maka PKS mendorong agar adanya pansus," kata Sohibul di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (6/1).
Sejumlah fraksi lain di DPR juga telah menyampaikan pernyataan lisan mendukung pembentukan pansus terkait kasus di PT Asuransi Jiwasraya yaitu PKB, PDIP, Partai Golkar, dan PPP.
Sejauh ini, Kejagung melakukan pencegahan dan penangkalan terhadap 10 orang terkait pengusutan kasus dugaan korupsi di balik defisit anggaran PT Asuransi Jiwasraya.
Sepuluh orang yang dicekal yakni HR, DA, HP, NZ, DW, GL, ER, HD, BT, dan AS. Dalam kasus itu, Kejagung sejauh ini menduga kerugian negara mencapai Rp13,7 triliun