"Misalnya Mendikbud akan menggelar kembali apel tiap mingguan, kemudian kementerian-kementerian kita aktifkan kembali upacara 17-an. Itu menunjukkan karakter kita. Ini sudah terabaikan sekian lama," ujar dia usai rapat koordinasi soal radikalisme di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan pihaknya masih mematangkan berbagai langkah deradikalisasi bersama sejumlah kementerian/lembaga.
[Gambas:Video CNN]
Mahfud mengingatkan bahwa radikalisme berawal dari sikap intoleran. Misalnya, gemar mengkafirkan orang lain (takfiri), menganjurkan pembunuhan pada siapa pun yang memiliki pandangan berbeda, dan radikalisme ideologis atau perang wacana yang masuk melalui sekolah, masjid, dan berbagai institusi.
"Setiap jenis intoleran ini pada akhirnya akan menyimpulkan pada radikal terorisme, maka treatment-nya beda-beda sehingga tidak mudah diuraikan dalam sekejap. Yang penting pemerintah sekarang sedang siapkan langkah-langkah yang lebih operasional, setiap kementerian sudah ada tugasnya," terangnya.
Rapat ini sendiri dipimpin Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan diikuti sejumlah menteri, di antaranya Menag Fachrul Razi, Mendikbud Nadiem Makarim, Menkeu Sri Mulyani, Menkominfo Johnny G Plate.