Langkah ini dilakukan mengingat pada waktu banjir di awal tahun 2020 kemarin terjadi pada subuh hari. Saat itu pemberitahuan melalui pesan berantai antarwarga tidak efektif karena masih banyak yang tidur.
"Karena kenaikan permukaan air itu tidak melihat jam waktu pengalaman kemarin terjadi kenaikan permukaan air dini hari jam 2 jam 4 pagi," kata Anies di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (10/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari sisi Pemprov, Anies juga menginstruksikan jajarannya, terutama di tingkat kelurahan untuk membuat posko. Posko dibuka sebagai tempat informasi kebutuhan warga menghadapi cuaca ektrem di ibu kota.
"Petugas di jajaran Pemprov khususnya di level kelurahan sekarang kita siapkan posko di kantor lurah. Dalam posko itu ada unsur pemerintah dan ada unsur masyarkat," ucap mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.
[Gambas:Video CNN]
Adapun pembukaan posko serupa dilakukan di kawasan permukiman yang dekat dengan Daerah Aliran Sungai (DAS). Petugas disiapsiagakan untuk merespon sedekat mungkin kepada masyarakat jika air telah naik.
Sebelumnya, Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa cuaca ekstrem masih akan terjadi di Jakarta dalam sepekan ke depan.
Bahkan hujan diprediksi masih akan turun hingga bulan Februari mendatang. Kondisi itu tentu berpotensi mengakibatkan banjir. (ctr/osc)