Pameran itu sengaja digelar karena berkaitan tema Rakernas yakni 'Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional'. Adapun sub temanya yakni 'Strategi Jalur Rempah Dalam Lima Prioritas Industri Nasional Untuk Mewujudkan Indonesia Berdikari'.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pameran itu memperlihatkan pelbagai remah-rempah dari seluruh Indonesia mulai dari cengkeh, lada, kayu manis, kapulaga, vanili, hingga berbagai jenis kopi. Banyak di antara rempah-rempah itu masih berbentuk bibit maupun sudah dikemas dengan kemasan yang menarik.
Peserta Rakernas PDIP di JIExpo, Jakarta, 10 Januari 2020. (CNNIndonesia/Safir Makki) |
Lihat juga:Politik Jalur Rempah ala Rakernas PDIP |
[Gambas:Video CNN]
Khasanah sejarah Indonesia menjelaskan bahwa 'jalur rempah' adalah narasi besar Nusantara sebelum masa kolonial. Saat itu, rempah-rempah yang hanya tumbuh di wilayah Nusantara menjadi komoditas favorit warga Eropa.
Kebutuhan Eropa akan rempah-rempah, membuat pedagang dari Asia mengambilnya dari Indonesia dan menjualnya dengan harga sepuluh kali lipat. Hal itulah yang kemudian memantik bangsa Eropa untuk mendatangi langsung kepulauan nusantara dari semula bertransaksi dagang hingga memulai era kolonialisasi.
Beberapa waktu lalu, kepada CNNIndonesia.com, sejarawan JJ Rizal mengatakan jalur rempah adalah nama jalur dagang yang menempatkan Indonesia sebagai poros niaga dunia. Namun tak hanya soal niaga, jalur rempah juga jadi penghubung Indonesia dengan peradaban dunia.
Setelah melihat-melihat pameran, baik Jokowi dan Megawati akan mengisi sidang Rakernas secara tertutup. Sidang Rakernas itu akan diikuti oleh seluruh kader PDIP yang hadir dalam gelaran tersebut.
Peserta Rakernas PDIP di JIExpo, Jakarta, 10 Januari 2020. (CNNIndonesia/Safir Makki)