Ia mengatakan partainya enggan mengurus perorangan namun mengurus partai secara keseluruhan.
"Bagi kita urusannya adalah partai, kita enggak urus orang per orang. Jadi urusan kita adalah bagaimana partai mampu bekerja. Jadi bukan urusan orang per orang," kata Arief di arena Rakernas I PDIP, JiExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sedang selesaikan rakernas, membicarakan hal yang besar menyangkut partai sebagai organisasi dan institusi. Tidak bicara orang per orang," kata dia.
"Jadi partai akan bekerja berdasarkan keputusan partai. Keputusannya dimana? Di DPP partai," kata dia.
Diketahui, Rudy tak menghadiri ajang Rakernas I PDIP sejak kemarin. Pria yang juga menjabat Wali Kota Solo itu justru memimpin apel siaga di Plaza Bung Karno, Manahan, Solo, Jawa Tengah pada hari ini.
Padahal, Rudy diketahui sudah berada di Jakarta untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan mengenai pembangunan Fly Over Purwosari sejak Kamis (9/1).
Rudy beralasan Solo tak dapat menghadiri Rakernas karena Solo dalam keadaan siaga bencana. Hal itu sebagai respons atas peringatan BMKG beberapa waktu lalu mengenai cuaca ekstrem di Indonesia.
Rudy sendiri sempat bersitegang dengan putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang ingin maju Pilwalkot Solo lewat PDIP. Gelagat Gibran diduga mengganggu DPC PDIP Solo yang sudah ingin mengusung pasangan Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.
Namun, Rudy membantah ketidakhadirannya di Rakernas I PDIP berkaitan dengan Pilwalkot Solo 2020. "Rakernas memang penting. Tapi mau gimana lagi, kepentingan rakyat lebih besar," katanya usai memimpin apel di Solo, Jumat (10/1).